Satgas Jilid III Antisipasi Mafia Judi hingga Perekrutan Timnas U-20

Satgas Jilid III Antisipasi Mafia Judi hingga Perekrutan Timnas U-20

Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Jilid III terus berupaya mengawasi praktek-praktik ilegal di sepak bola nasional. Tim yang dikomandoi Brigjen Pol Hendro Pandowo berkomitmen melanjutkan kinerja positif, baik melakukan antisipasi mafia judi hingga memantau perekrutan timnas yang akan tampil di Piala Dunia U-20 2021 Indonesia.

Terbaru, satgas bertemu dengan Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S Dewa Broto di Markas Kepolisian Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (18/2). Pertemuan ini mendiskusikan pola pengaturan skor yang bisa menjadi informasi satgas bekerja.

"Hanya sebatas diskusi, belum ada nama baru yang terlibat dalam pengaturan skor," ucap Hendro kepada HARIAN NASIONAL, Selasa (18/2). Sebagai informasi, masa kerja Satgas Antimafia Bola Jilid II sudah berlangsung selama enam bulan dan telah berakhir Desember 2019. Pada Februari 2020, masa kerja tim ini kembali diperpanjang sesuai perintah Kapolri Jenderal Idam Azis.

Hendro menjelaskan, banyak informasi yang didapat satgas. Salah satunya, tambahnya, pengaturan skor yang terjadi banyak berkaitan dengan mafia judi di Indonesia. "Indikasi keterkaitan pengaturan skor dengan mafia perjudian. Kami diharapkan dapat mengungkap persekongkolan antara bandar judi dengan para dunia sepak bola di Indonesia," ungkap Hendro. "Kami juga berdiskusi dengan Sesmenpora untuk kami juga terlibat dalam mengawasi rekrutmen pemain timnas."

Sementara itu, Gatot menyatakan, pertemuan dengan tim satgas merupakan tindaklanjut setelah satgas menghadap Menpora Zainudin Amali. Ia mengapresiasi sistem jemput bola yang diberlakukan satgas. "Kita tidak ingin hajatan besar (Piala Dunia U-20) tercemar dengan hal kecil, apapun yang namanya dugaan mafia skor," terang Gatot. "Sekarang ada perubahan paradigma. Setelah pembekuan (PSSI), pergerakan mereka agak halus tetapi masih terjadi. Setelah ada satgas, ruang lingkup mereka terbatas tapi kami tenggarai masih terjadi," paparnya. Gatot pun meminta satgas tidak semata-mata melakukan proses penyelidikan dan penangkapa. Namun, juga memberi edukasi ke publik sepak bola nasional. "Namanya pengaturan skor belum aman di Indonesia. Itulah tim satgas ini perlu masih diperhatikan," tukasnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlaku Tidak Sopan di Laga Espanyol vs Barcelona Ronald Araujo Minta Maaf

Kisah Odion Ighalo Rogoh Kocek Rp 19 Miliar untuk Panti Asuhan di Nigeria

Drama Tujuh Gol Di Wanda Metropolitano, Atletico Madrid Kalahkan Getafe 4-3