Tiga Tim yang Kehabisan Bensin Setelah Tancap Gas di BRI Liga 1

Tiga Tim yang Kehabisan Bensin Setelah Tancap Gas di BRI Liga 1

Persaingan di BRI Liga 1 2021/2022 makin ketat. Beberapa tim yang sempat tancap gas mulai kehabisan bensin. Indikasinya, mereka mulai kehilangan poin maksimal. Sekalipun lawan yang dihadapi secara kualitas masih di bawahnya.

Banyak faktor yang membuat beberapa tim kehilangan kegarangannya, yang utama penyebaran COVID-19. Akibatnya, banyak dari mereka kehilangan pemain kunci. Bahkan ada juga yang kehilangan sang pelatih karena harus menjalani karantina mandiri. Bali United misalnya, pernah melewatkan beberapa laga karena positif COVID-19. Kami merangkum ada tiga tim BRI Liga 1 2021/2022 yang mulai kehabisan bensin. Mereka sempat membuat sejumlah kejutan saat melawan tim yang lebih tangguh. Namun di matchday 24 mereka melempem justru saat dapat lawan yang lebih ringan. Berikut tiga tim tersebut.

Persebaya Surabaya

Salah satu tim paling stabil di BRI Liga 1. Persebaya sempat tak terkalahkan dalam 13 laga beruntun. Mereka sempat masuk tiga besar di klasemen sementara. Namun tim berjuluk Bajul Ijo ini oleng dalam tiga laga terakhir. Persebaya tak sanggup memetik kemenangan dari tiga laga tersebut sehingga bisa turun ke posisi kelima. Dalam tiga laga terakhir, sebenarnya lawan yang dihadapi masih di bawah kekuatan Persebaya. Yakni PSIS Semarang, Persipura Jayapura dan Persela Lamongan. Yang jadi pukulan telak tentu dua lawan terakhir. Karena Persipura dan Persela merupakan tim papan bawah musim ini. Tapi Persebaya tak mampu mengalahkan mereka. Kestabilan performa Persebaya terganggu saat banyak pemain dipanggil ke pemusatan latihan Timnas Indonesia. Seperti Ernando Ari, Rizky Ridho, Rachmat Irianto, Ricky Kambuaya dan Marselino Ferdinan. Persebaya tampil dengan 4 pemain cadangan di bench saat pertandingan lawan PSIS. Saat kalah dari Persipura, mereka tampil tanpa dua motor serangannya. Taisei Marukawa dan Bruno Moreira. Ini sebuah tantangan tersendiri bagi pelatih Persebaya, Aji Santoso. Dia harus menyusun komposisi tim dengan materi terbatas. Ini yang bikin Bajul Ijo seperti kehabisan bensin.

Persipura Jayapura

Tim besutan Angel Alfredo Vera ini memang masih ada di papan bawah setelah bangkit pada putaran kedua. Sejak ditangani Vera dan mendatangkan beberapa pemain baru, permainan mereka lebih garang. Persipura sempat membukukan lima laga tanpa kekalahan. Sejak matchday 17 hingga 21. Setelah itu mereka kalah dari tim papan atas Arema FC. Namun Persipura berhasil membalas dengan mempermalukan tim papan atas lainnya, Persebaya Surabaya, dua gol tanpa balas di laga selanjutnya. Banyak yang memprediksi Persipura sudah menemukan bentuk permainan terbaik. Duet Yevhen Bokhashvili dan Ramiro Fergonzi jadi andalan lini depan. Selain itu, Ferry Pahabol dan barisan pemain lokal lainnya juga bisa berkolaborasi dengan apik. Tapi sayang, saat melawan Persik Kediri mereka berbagi angka. Padahal secara kekuatan tim, Persik masih dibawah Persebaya yang sudah dikalahkan Persipura. Hasil imbang ini juga membuat Persipura kehilangan momentom memangkas poin dengan tim di atasnya. Pada beberapa laga selanjutnya, Persipura harus tancap gas lagi jika tak ingin terseret ke zona degradasi seperti putaran pertama.

Arema FC

Tim dengan rekor 21 laga tak terkalahkan. Namun itu tak jadi garansi posisi mereka akan kokoh di puncak klasemen Liga 1. Jika Bhayangkara FC menang atau imbang lawan Bali United, Sabtu (12/2/2022) posisi Arema di puncak dipastikan tergeser. Meski belum tersentuh kekalahan dalam 21 laga beruntun, tapi dua laga terakhir Arema hanya bermain imbang. Yakni lawan Persija Jakarta dan Persiraja Banda Aceh. Padahal Arema punya kans besar menang di dua laga itu. Karena tim berjuluk Singo Edan punya materi lebih mumpuni. Ketika lawan Arema, Persija tampil tanpa beberapa pemain karena positif covid-19. Dua diantaranya pemain inti, Andritany Ardhiyasa dan Makan Konate. Tapi laga berakhir 1-1. Sama hanya saat melawan tim juru kunci Persiraja Banda Aceh. Mereka hanya mampu bermain imbang 1-1.Waktu itu Arema tak bisa didampingi pelatih kepala Eduardo Almeida karena karantina mandiri akibat gejala covid-19. Secara permainan, Arema terlihat monoton. Tidak ada lagi serangan tajam ke daerah pertahanan lawan. Mereka lebih banyak menyerang dari lebar lapangan dan melakukan crossing. Terkesan Arema minim kreatifitas. Ini yang bikin mereka tampil melempem di dua laga terakhir.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berlaku Tidak Sopan di Laga Espanyol vs Barcelona Ronald Araujo Minta Maaf

Kisah Odion Ighalo Rogoh Kocek Rp 19 Miliar untuk Panti Asuhan di Nigeria

Drama Tujuh Gol Di Wanda Metropolitano, Atletico Madrid Kalahkan Getafe 4-3